• Wismoyo Efendy

Inilah Tahap Membangun Rumah Dari Nol

Pernahkah Anda melintasi atau melihat proyek pembangunan rumah yang menghabiskan waktu cukup lama? Atau sebuah tanah kosong tapi sudah ada tulisan ‘segera dibangun’ atau ‘akan didirikan’ namun berkali-kali Anda melintasi daerah tersebut, belum juga berdiri bangunan apapun?

Dalam membangun sebuah rumah, ada yang hanya menghabiskan waktu hitungan minggu. Sebagian lainnya yang lebih lama bisa menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan, bahkan lebih dari satu tahun. Tapi bukan berarti bahwa proyek yang membutuhkan waktu lebih lama, sama dengan lebih buruk. Karena masing-masing proyek memiliki rancangan yang berbeda dan pada akhirnya akan membutuhkan durasi pembangunan berbeda.

Sebenarnya hal itu adalah fenomena yang sangat normal terjadi. Karena membangun sebuah rumah memang tidak semudah yang dibayangkan prosesnya. Tidak sekedar menggambar denah ruangan kemudian bisa dibangun saat itu juga. Tidak cukup hanya bertanya pada tetangga yang baru saja membangun lalu kita menyediakan dana yang sama kemudian membangun juga. Semuanya butuh proses yang tidak boleh diremehkan.

Proses perhitungan kalkulasi design rumah dan konstruksi bangunan rumahnya benar-benar harus dihitung dengan matang. Jangan sampai rumah kita jadi tapi konstruksinya lemah. Hal itu justru akan sangat merugikan kita sebagai pemilik rumah. Sudah keluar banyak uang tapi tidak mendapatkan rumah impian yang kuat. Padahal kita menginginkan rumah tersebut akan berumur panjang, tetap kuat dan kokoh sampai seterusnya.

Nah, sebagai wawasan untuk Anda yang akan membangun rumah, penting sekali untuk mengetahui apa saja proses yang harus dilalui sebelum mendirikan sebuah rumah. Setidaknya ada enam tahapan yang butuh dilakukan. Pertama adalah merancang desain rumah dengan gambar arsitektur, kemudian mengurus izin pendirian rumah dengan IMB, setelahnya melakukan riset struktur tanah, lalu melengkapi gambar struktur yang berisi rancangan material untuk membangun rumah dan dilanjutkan dengan menghitung anggaran yang dibutuhkan. Setelah semuanya selesai, proses pembangunan rumah bisa dimulai. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya!


Gambar Arsitektur

Gambar arsitektur ini adalah proses yang pertama kali harus dilakukan. Yakni proses merancang desain rumahnya akan dibuat bagaimana. Mulai dari kebutuhan jumlah ruang, keinginan pemilik rumah dari segi estetikanya, lalu ergonomis seperti rumah menghadap kemana, ventilasi dimana, jendela dan segala hal yang menyangkut desain penampakan rumah paling awal. Semua keinginan pemilik rumah dituangkan dalam sebuah gambar arsitektur. Gambar ini akan lebih sempurna jika dibuat oleh seorang arsitek profesional yang menguasai ilmu arsitektur, sehingga dapat menampung semua keinginan pemilik rumah ke dalam ilmu pembangunan rumah yang sehat dan indah.


Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Seringkali kita menyaksikan proyek-proyek belum juga dibangun karena menunggu izin mendirikan bangunannya keluar. Sebegitu pentingnya mengantongi IMB ini sampai rela menunda proses pembangunan. Karena jika nekat tetap dibangun tanpa memiliki IMB, bangunan bisa dirobohkan oleh pemerintah dan itu sah-sah saja.

Kita sebagai pemilik rumah tidak bisa menggugat apalagi menuntut ganti rugi jika bangunan rumah kita tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Oleh karena itu, demi melindungi rumah yang sudah susah payah dibangun, tidak akan rugi untuk mengurus izin ini meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Selain IMB, penting juga untuk memahami tentang Peraturan Bangunan Setempat yang mengatur tentang:

1. Koefisien Dasar Bangunan (KDB)

Hal ini mengatur tanggungjawab pemilik bangunan untuk menyisakan lahan untuk nantinya difungsikan sebagai area resapan air. Dasar perhitungannya hanya berlaku pada luas bangunan yang tertutup oleh atap.

2. Garis Sempadan Bangunan (GSB)

GSB adalah sebuah aturan dari pemerintah daerah setempat tentang area yang boleh untuk dibangun dan tidak boleh untuk dibangun. Misal diatur bahwa GSB 3 meter untuk bangunan Anda, maka itu artinya bangunan rumah Anda hanya boleh berjarak paling dekat 3 meter dari tepi jalan raya.

3. Garis Sempadan Jalan (GSJ)

GSJ hampir mirip dengan GSB. Perbedaannya adalah, GSJ diatur untuk menyediakan potensi perluasan atau pelebaran jalan di masa mendatang. Sehingga misalkan tertulis GSJ 1,5 meter, maka itu artinya, suatu saat jika dilakukan pelebaran jalan, maka pemerintah bisa “mengambil” selebar 1,5 meter dari lahan antara halaman rumah Anda dan jalan raya.


Sondir Tanah

Dalam istilah sederhananya, sondir tanah adalah mengukur kekuatan tanah tempat bangunan atau rumah akan didirikan. Sondir tanah ini menjadi tahapan yang sangat tidak boleh dilewatkan untuk proses pembangunan rumah tipe apapun, baik itu rumah satu dua lantai, apalagi gedung bertingkat.

Kenapa? Karena tanpa mengetahui peta kekuatan tanah yang akan didirikan bangunan, kita tidak akan mendapat jaminan keamanan bangunan. tanah memiliki struktur yang berbeda-beda yang mana hal itu juga mempengaruhi kekuatan tanah dalam menyangga bangunan. Tanah yang ternyata tidak memiliki lapisan penyokong yang kuat, dapat membahayakan gedung dan penghuninya.

Sondir tanah ini juga dapat memberitahu seberapa kekuatan tanahnya, lapisan tanah penyokongnya dan setebal apa lapisan tanah tersebut. Dengan memiliki data mengenai itu semua, konsultan struktur dapat merancang tipe pondasi yang cocok untuk menyokong bangunan pada tipe tanah tertentu. Dengan begitu bangunan akan aman, tidak akan roboh dan penghuninya mendapat jaminan keselamatan.


Gambar struktur

Setelah melakukan pengecekan kekuatan tanah, maka gambar arsitektur yang sudah dibuat sebelumnya, disempurnakan lagi dengan memasukkan pertimbangan dari hasil sondir tanah. Gambar struktur ini menjadi sangat penting untuk mengetahui material apa saja yang akan digunakan dalam pembangunan, bagaimana konstruksi bangunan, berserta ukuran-ukuran materialnya agar bangunan dapat berdiri dengan kuat dan presisi.

Jadi jika gambar arsitektur lebih banyak berfokus pada segi estetika dan kegunaan ruang, maka gambar struktur ini memperhitungkan bagaimana rancangan itu dapat dibangun. Memilih jenis material, model konstruksi, menghitung kebutuhan material dan bagaimana teknik-teknik pembangunannya. Semua hal mengenai teknis-teknis tersebut dijabarkan dalam gambar struktur.


Rencana Anggaran biaya (RAB)

Dari gambar struktur, kita bisa mengetahui material apa saja yang diperlukan, berapa jumlahnya dan bagaimana metode pemasangan dan konstruksinya. Dari model konstruksi yang dirancang, pihak arsitek dan kontraktor juga dapat memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu bangunan rumah dengan model rancangan tersebut.

Begitu pun dengan kebutuhan para pekerjanya, akan membutuhkan berapa orang untuk bisa mengerjakan proyek tersebut. Tidak lupa, dari gambar struktur akhirnya juga bisa diketahui alat-alat apa saja yang harus disediakan. Dari semua perhitungan tersebut akan dapat dikalkulasikan berapa banyak anggaran dana yang harus dipersiaapkan untuk proses pembangunan sampai selesai.


Pembangunan dimulai

Tibalah saatnya pada tahapan terakhir yakni mulai membangun rumah. Setelah pihak pemilik rumah dan kontraktor atau juga arsitek menyepakati semua rancangan tersebut dan dana down payment sudah dibayarkan, maka rumah bisa dibangun sesuai rancangan. Selama proses pembangunan ini pihak arsitek perlu terus mengawasi agar tidak terjadi kesalahan. Memang bisa diperbaiki, tapi itu akan membuat anggaran jadi membengkak. Jadi sebaiknya dicegah saja kesalahan tersebut.


Itulah setidaknya enam tahapan pembangunan rumah yang benar. Setiap tahapan memiliki fungsi dan kontribusinya sendiri untuk kesuksesan pembangunan rumah yang aman, nyaman dan sesuai harapan. Proyek pembangunan rumah yang melalui setiap tahapannya dengan baik, memiliki peluang yang semakin besar untuk menghasilkan hunian sesuai harapan. Semoga bermanfaat!

16 views0 comments

Recent Posts

See All